Pola Hubungan
Orangtua-Anak
Terdapat
beberapa pola sikap atau perlakuan orangtua terhadap anak yang masing-masing
mempunyai pengaruh tersendiri terhadap kepribadian anak (Hurlock, 1956:
504-512; Schneiders, 1964: 150-156; Lore,1970:145).
Sikap
atau perlakuan orangtua dan dampaknya terhadap kepribadian anak
|
Pola Perlakuan Orangtua
|
Perilaku Orangtua
|
Profil Tingkah Laku Anak
|
|
Overprotection
(terlalu melindungi)
|
Kontak yang berlebihan dengan anak.
Perawatan/pemberian bantuan kepada anak yang terus
menerus, meskipun anak sudah mampu merawat dirinya sendiri
Mengawasi kegiatan anak secara berlebihan.
Memecahkan masalah anak.
|
Perasaan tidak aman.
Agresif dan dengki.
Mudah merasa gugup.
Melarikan diri dari kenyataan.
Sangat tergantung.
Ingin menjadi pusat perhatian.
Bersikap menyerah.
Lemah dalam “ego
strength”. Aspiratif dan toleransi terhadap frustasi.
Kurang mampu.
mengendalikan emosi.
Menolak tanggung jawab.
Kurang percaya diri.
Mudah terpengaruh.
Peka terhadap kritik.
Bersikap “yes
men”.
Egois/selfish.
Suka bertengkar.
Troublemaker
(pembuat
onar).
Sulit dalam bergaul.
Mengalami “homesick”.
|
|
Permissiveness
(pembolehan)
|
Memberikan
kebebasan untuk berpikir atau berusaha.
Menerima gagasan/pendapat
Membuat anak merasa diterima dan merasa kuat.
Toleran dan memahami kelemahan anak.
Cenderung lebih suka memberi yang diminta anak
daripada menerima.
|
Pandai mencari jalan keluar.
Dapat bekerjasama
Percaya diri.
Penuntut dan tidak sabaran.
|
|
Rejection
(penolakan)
|
Bersikap masa bodo
Bersikap kaku.
Kurang mempedulikan kesejahteraan anak.
Menampilkan sikap permusuhan atau dominasi
terhadap anak.
|
Agresif (mudah marah, gelisah, tidak patuh/keras
kepala, suka bertengkar dan nakal).
Submissive
(kurang dapat mengerjakan tugas, pemalu, suka mengasingkan diri, mudah
tersinggung dan penakut).
sulit bergaul.
Pendiam.
Sadis.
|
|
Acceptance
(penerimaan)
|
Memberikan perhatian dan cinta kasih yang tulus
kepada anak.
Menempatkan anak dalam posisi yang penting di
dalam rumah.
Mengembangkan hubungan yang hangat dengan anak.
Besikap respek terhadap anak.
Mendorong anak untuk menyatakan perasaan atau
pendapatnya.
Berkomunikasi dengan anak secara terbuka dan mau
mendengarkan masalahnya.
|
Mau bekerjasama (kooperatif).
Bersahabat.
Loyal.
Emosinya stabil.
Ceria dan bersikap optimis.
Mau menerima tanggung jawab.
Jujur.
Dapat dipercaya.
Memiliki perencanaan yang jelas untuk mencapai
masa depan.
Bersikap realistik (memahami kekuatan dan
kelemahan dirinya secara objektif).
|
|
Domination
(dominasi)
|
Mendominasi anak.
|
Bersikap sopan dan sangat hati-hati.
Pemalu, penurut, inferior, dan mudah bingung.
Tidak dapat bekerjasama.
|
|
Submission
(penyerahan)
|
Senantiasa memberikan sesuatu yag diminta anak.
Membiarkan anak berperilaku semaunya dirumah.
|
Tidak patuh.
Tidak bertanggung jawab.
Agresif dan teledor/lalai.
Bersikap otoriter.
Terlalu percaya diri.
|
|
Punitiveness/Overdiscipline
(terlalu disiplin)
|
Mudah memberikan hukuman.
Menanamkan kedisiplinan secara keras.
|
Impulsif.
Tidak dapat mengambil keputusan.
Nakal.
Sikap bermusuhan atau agresif.
|
Dari
ketujuh sikap atau perlakuan orangtua itu, tampak bahwa sikap “acceptance” merupakan yang baik untuk
dimiliki atau dikembangkan oleh orangtua. Sikap seperti ini ternyata telah
memberikan kontribusi kepada pengembangan kepribadian anak yang sehat.


