Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Selasa, 26 Mei 2015

Pola Hubungan Orangtua-Anak

Pola Hubungan Orangtua-Anak
Terdapat beberapa pola sikap atau perlakuan orangtua terhadap anak yang masing-masing mempunyai pengaruh tersendiri terhadap kepribadian anak (Hurlock, 1956: 504-512; Schneiders, 1964: 150-156; Lore,1970:145).
Sikap atau perlakuan orangtua dan dampaknya terhadap kepribadian anak
Pola Perlakuan Orangtua
Perilaku Orangtua
Profil Tingkah Laku Anak
Overprotection (terlalu melindungi)
Kontak yang berlebihan dengan anak.
Perawatan/pemberian bantuan kepada anak yang terus menerus, meskipun anak sudah mampu merawat dirinya sendiri
Mengawasi kegiatan anak secara berlebihan.
Memecahkan masalah anak.
Perasaan tidak aman.
Agresif dan dengki.
Mudah merasa gugup.
Melarikan diri dari kenyataan.
Sangat tergantung.
Ingin menjadi pusat perhatian.
Bersikap menyerah.
Lemah dalam “ego strength”. Aspiratif dan toleransi terhadap frustasi.
Kurang mampu. mengendalikan emosi.
Menolak tanggung jawab.
Kurang percaya diri.
Mudah terpengaruh.
Peka terhadap kritik.
Bersikap “yes men.
Egois/selfish.
Suka bertengkar.
Troublemaker (pembuat onar).
Sulit dalam bergaul.
Mengalami “homesick.
Permissiveness (pembolehan)
Memberikan kebebasan untuk berpikir atau berusaha.
Menerima gagasan/pendapat
Membuat anak merasa diterima dan merasa kuat.
Toleran dan memahami kelemahan anak.
Cenderung lebih suka memberi yang diminta anak daripada menerima.
Pandai mencari jalan keluar.
Dapat bekerjasama
Percaya diri.
Penuntut dan tidak sabaran.
Rejection (penolakan)
Bersikap masa bodo
Bersikap kaku.
Kurang mempedulikan kesejahteraan anak.
Menampilkan sikap permusuhan atau dominasi terhadap anak.

Agresif (mudah marah, gelisah, tidak patuh/keras kepala, suka bertengkar dan nakal).
Submissive (kurang dapat mengerjakan tugas, pemalu, suka mengasingkan diri, mudah tersinggung dan penakut).
sulit bergaul.
Pendiam.
Sadis.
Acceptance (penerimaan)
Memberikan perhatian dan cinta kasih yang tulus kepada anak.
Menempatkan anak dalam posisi yang penting di dalam rumah.
Mengembangkan hubungan yang hangat dengan anak.
Besikap respek terhadap anak.
Mendorong anak untuk menyatakan perasaan atau pendapatnya.
Berkomunikasi dengan anak secara terbuka dan mau mendengarkan masalahnya.
Mau bekerjasama (kooperatif).
Bersahabat.
Loyal.
Emosinya stabil.
Ceria dan bersikap optimis.
Mau menerima tanggung jawab.
Jujur.
Dapat dipercaya.
Memiliki perencanaan yang jelas untuk mencapai masa depan.
Bersikap realistik (memahami kekuatan dan kelemahan dirinya secara objektif).
Domination (dominasi)
Mendominasi anak.
Bersikap sopan dan sangat hati-hati.
Pemalu, penurut, inferior, dan mudah bingung.
Tidak dapat bekerjasama.
Submission (penyerahan)
Senantiasa memberikan sesuatu yag diminta anak.
Membiarkan anak berperilaku semaunya dirumah.
Tidak patuh.
Tidak bertanggung jawab.
Agresif dan teledor/lalai.
Bersikap otoriter.
Terlalu percaya diri.
Punitiveness/Overdiscipline (terlalu disiplin)
Mudah memberikan hukuman.
Menanamkan kedisiplinan secara keras.
Impulsif.
Tidak dapat mengambil keputusan.
Nakal.
Sikap bermusuhan atau agresif.

Dari ketujuh sikap atau perlakuan orangtua itu, tampak bahwa sikap “acceptance” merupakan yang baik untuk dimiliki atau dikembangkan oleh orangtua. Sikap seperti ini ternyata telah memberikan kontribusi kepada pengembangan kepribadian anak yang sehat.

 

Yusuf,Syamsu. (2011). Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar