PENTINGNYA
KEBUTUHAN BAGI PERILAKU REMAJA
Menurut Maslow (Goble, 1987)
kebutuhan-kebutuhan itu merupakan aspek-aspek intrinsik kodrat manusia yang
tidak dimatikan oleh kebudayaan, hanya saja ditindas oleh kebudayaan. Beliau
mengatakan bahwa kebutuhan-kebutuhan itu dapat dengan mudah diabaikan atau
ditekan, tidak bersifat jahat melainkan netral atau justru baik.
Maslow (Goble, 1987) mengemukakan hierarki
kebutuhan dari yang paling dasar sampai yang paling tinggi, yaitu:
1. Kebutuhan Fisiologis
2. Kebutuhan Rasa aman
3. Kebutuhan Rasa memiliki dan kasih sayang
4. Kebutuhan Penghargaan
5. Kebutuhan Rasa ingin tahu
6. Kebutuhan Estetik
7. Kebutuhan Pertumbuhan
8.
Kebutuhan
Aktualisasi diri
Kebutuhan Remaja
Dalam Perkembangannya
Kekhasan dalam perkembangan fase remaja dibandingkan dengan
fase perkembangan lainnya membawa konsekuensi pada kebutuhan yang khas pula
pada mereka. Menurut Garrison (Andi Mapiarre, 1982) setidaknya ada kebutuhan
khas remaja:
1. Kebutuhan kasih sayang
2. Kebutuhan akan keikutsertaan dan diterima
dalam kelompok
3. Kebutuhan untuk berdiri sendiri
4. Kebutuhan untuk berprestasi
5. Kebutuhan akan pengakuan dari orang lain
6. Kebutuhan untuk dihargai
7. Kebutuhan untuk memperoleh falsafah hidup
yang utuh.
Dalam perspektif teori sosial-psikologis memandang
bahwa kebutuhan-kebutuhan remaja berkaitan erat dengan pemuasan kebutuhan
mereka dalam kelompoknya. Menurut teori ini kebutuhan-kebutuhan psikologis yang
pokok akan memgarahkan tercapainya rasa aman. Kebutuhan-kebutuhan tersebut
menurut Melly Sri Sulastri 1984:
1.
Kebutuhan
untuk menerima afeksi dari kelompok atau individu, meliputi:
a) Menerima rasa kasih sayang dari keluarga
dan atau orang lain di luar kehidupan keluarga.
b) Menerima sambutan hangat dari
teman-temannya
c) Menerima penghargaan dan apresiasi dari
guru dan pendidik lainnya.
2.
Kebutuhan
untuk memberikan sumbangan kepada kelompoknya, meliputi:
a) Menyatakan afeksi kepada kelompoknya
b) Turut serta memikul tanggung jawab kelompok
c) Menyatakan kesediaan dan kesetiaan kepada
kelompok
d) Menghayati keberhasilan dalam kelompok.
3.
Kebutuhan
untuk memahami
4.
Kebutuhan
untuk mempelajari dan menyidik sesuatu.
Konsekuensi
Kebutuhan Remaja yang Tidak Dapat Terpenuhi:
Pada dasarnya setiap remaja menghendaki
semua kebutuhannya dapat terpenuhi secara wajar. Remaja yang kebutuhannya
terpenuhi secara memadai akan memperoleh suatu kepuasan hidup. Sebaliknya
remaja akan mengalami kekecewaan, ketidakpuasan, bahkan frustasi sehingga
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan remaja itu sendiri. Frustasi adalah
keadaan batin seseorang, ketidakseimbangan jiwa, suatu perasaan tidak puas
karena hasrat/dorongan yang tidak dapat terpenuhi.
Bischof (1983) dalam Interpreting Personality Theories mengemukakan bahwa ada dua
komponen kunci mengenai terjadinya frustasi:
- Adanya kebutuhan (need), dorongan (drive), atau kecenderungan untuk bertindak.
- Adanya rintangan atau halangan yang menghambat individu. Sebagai upaya mencapai tujuan.
Upaya Pemenuhan Kebutuhan Remaja dan Implikasinya
Bagi Pendidikan
Menurut Maslow ada sejumlah kondisi yang
merupakan prasyarat dan sekaligus menjadi intervensi edukatif bagi pemenuhan kebutuhan remaja tersebut
yaitu :
1. Kemerdekaan untuk berbicara
2. Kemerdekaan melakukan apa saja yang
diinginkan selama tidak merugikan dirinya dan orang lain.
3. Kemerdekaan untuk mengeksplorasi lingkungan.
4. Adanya keadilan
5. Adanya kejujuran
6. Adanya kewajaran
7. Adanya ketertiban
Daftar Pustaka
Ali, Muhammad. 2011.Psikologi Remaja
Perkembangan Peserta Didik.Jakarta:PT. Bumi Aksara
Singgih, Yulia. 2012. Psikologi Anak
Bermasalah. Jakarta: Libri
Purwanto, ngalim. 1990. Psikologi Pendidikan:Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.

Infonya kereeeen
BalasHapus