Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Senin, 25 Mei 2015

PENTINGNYA KEBUTUHAN BAGI PERILAKU REMAJA



PENTINGNYA KEBUTUHAN BAGI PERILAKU REMAJA

Menurut Maslow (Goble, 1987) kebutuhan-kebutuhan itu merupakan aspek-aspek intrinsik kodrat manusia yang tidak dimatikan oleh kebudayaan, hanya saja ditindas oleh kebudayaan. Beliau mengatakan bahwa kebutuhan-kebutuhan itu dapat dengan mudah diabaikan atau ditekan, tidak bersifat jahat melainkan netral atau justru baik.
Maslow (Goble, 1987) mengemukakan hierarki kebutuhan dari yang paling dasar sampai yang paling tinggi, yaitu:

1.    Kebutuhan Fisiologis
2.    Kebutuhan Rasa aman
3.    Kebutuhan Rasa memiliki dan kasih sayang
4.    Kebutuhan Penghargaan
5.    Kebutuhan Rasa ingin tahu
6.    Kebutuhan Estetik
7.    Kebutuhan Pertumbuhan
8.    Kebutuhan Aktualisasi diri

Kebutuhan Remaja Dalam Perkembangannya

          Kekhasan dalam perkembangan fase remaja dibandingkan dengan fase perkembangan lainnya membawa konsekuensi pada kebutuhan yang khas pula pada mereka. Menurut Garrison (Andi Mapiarre, 1982) setidaknya ada kebutuhan khas remaja:
1.    Kebutuhan kasih sayang
2.    Kebutuhan akan keikutsertaan dan diterima dalam kelompok
3.    Kebutuhan untuk berdiri sendiri
4.    Kebutuhan untuk berprestasi
5.    Kebutuhan akan pengakuan dari orang lain
6.    Kebutuhan untuk dihargai
7.    Kebutuhan untuk memperoleh falsafah hidup yang utuh.


Dalam perspektif teori sosial-psikologis memandang bahwa kebutuhan-kebutuhan remaja berkaitan erat dengan pemuasan kebutuhan mereka dalam kelompoknya. Menurut teori ini kebutuhan-kebutuhan psikologis yang pokok akan memgarahkan tercapainya rasa aman. Kebutuhan-kebutuhan tersebut menurut Melly Sri Sulastri 1984:
1.  Kebutuhan untuk menerima afeksi dari kelompok atau individu, meliputi:
a)    Menerima rasa kasih sayang dari keluarga dan atau orang lain di luar kehidupan keluarga.
b)   Menerima sambutan hangat dari teman-temannya
c)    Menerima penghargaan dan apresiasi dari guru dan pendidik lainnya.
2.  Kebutuhan untuk memberikan sumbangan kepada kelompoknya, meliputi:
a)    Menyatakan afeksi kepada kelompoknya
b)   Turut serta memikul tanggung jawab kelompok
c)    Menyatakan kesediaan dan kesetiaan kepada kelompok
d)   Menghayati keberhasilan dalam kelompok.
3.  Kebutuhan untuk memahami
4.  Kebutuhan untuk mempelajari dan menyidik sesuatu.

Konsekuensi Kebutuhan Remaja yang Tidak Dapat Terpenuhi:

Pada dasarnya setiap remaja menghendaki semua kebutuhannya dapat terpenuhi secara wajar. Remaja yang kebutuhannya terpenuhi secara memadai akan memperoleh suatu kepuasan hidup. Sebaliknya remaja akan mengalami kekecewaan, ketidakpuasan, bahkan frustasi sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan remaja itu sendiri. Frustasi adalah keadaan batin seseorang, ketidakseimbangan jiwa, suatu perasaan tidak puas karena hasrat/dorongan yang tidak dapat terpenuhi.
Bischof (1983) dalam Interpreting Personality Theories mengemukakan bahwa ada dua komponen kunci mengenai terjadinya frustasi:
  1. Adanya kebutuhan (need), dorongan (drive), atau kecenderungan untuk bertindak.
  2. Adanya rintangan atau halangan yang menghambat individu. Sebagai upaya mencapai tujuan.

Upaya  Pemenuhan Kebutuhan Remaja dan Implikasinya Bagi Pendidikan

Menurut Maslow ada sejumlah kondisi yang merupakan prasyarat dan sekaligus menjadi intervensi edukatif  bagi pemenuhan kebutuhan remaja tersebut yaitu :
1.    Kemerdekaan untuk berbicara
2.    Kemerdekaan melakukan apa saja yang diinginkan selama tidak merugikan dirinya dan orang lain.
3.    Kemerdekaan untuk mengeksplorasi lingkungan.
4.    Adanya keadilan
5.    Adanya kejujuran
6.    Adanya kewajaran
7.    Adanya ketertiban

Daftar Pustaka
Ali, Muhammad. 2011.Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik.Jakarta:PT. Bumi Aksara
Singgih, Yulia. 2012. Psikologi Anak Bermasalah. Jakarta: Libri
Purwanto, ngalim. 1990. Psikologi Pendidikan:Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

1 komentar: