Konsep Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan menjadi hal yang berjalan beriringan pada kehidupan manusia. Pertumbuhan itu sendiri merupakan perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal yang dengan kata lain pertumbuhan berkaitan erat dengan peningkatan ukuran dan struktur biologis.
Perkembangan dapat diartikan sebagai “perubahan yang progresif dan kontinyu (berkesinambungan) dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati”. Perkembangan merupakan perubahan-perubahan yang dialami individu menuju tingkat kematangannya yang berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan, baik menyangkut fisik maupun psikis.
Dari penjelasan singkat mengenai pertumbuhan dan perkembangan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan berkaitan erat dengan pertumbuhan fisik individu sedangkan perkembangan meliputi keseluruhan pertumbuhan fisik dan juga psikis yang saling berkaitan.
Prinsip - prinsip Perkembangan
Perkembangan merupakan suatu proses yang tidak pernah berhenti (Never Ending Process)
Manusia berkembang secara terus menerus sejak masa konsepsi sampai mencapai kematangan yang dipengaruhi oleh pengalaman/belajar sepanjang hidupnya.
Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi
Setiap aspek perkembangan individu, baik fisik, emosi, inteligensi, maupun sosial terhadap hubungan positif yang saling mempengaruhi.
Perkembangan mengikuti pola/arah tertentu
Setiap tahap perkembangan merupakan hasil perkembangan dari tahap sebelumnya yang merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya.
Sementara itu, Yelon dan Weinsten (1977), mengemukakan tentang arah/pola perkembangan sebagai berikut :
a. Cephalocaudal & proximal-distal
Perkembangan manusia itu mulai dari kepala ke kaki (cephalocaudal), dan dari tengah: paru- paru, jantung, dsb. Kepinggir (proximal-distal).
b. Struktur mendahului fungsi
Anggota tubuh individu akan berfungsi setelah matang strukturnya. Hal ini juga terjadi pada masa kandungan ibu, perkembangan anak di dalam rahim merupakan proses pematangan struktur tubuh. Namun, setalah anak lahir mereka-pun tidak langsung bisa berjalan karena struktur kaki yang belum cukup kuat menopang tubuh. Untuk berjalan juga anak harus melewati berbagai proses pematangan fisik, mulai dari tengkurap, merangkak, dan merambat hingga akhirnya berjalan. Pada setiap tahap itu struktur kaki semakin baik sehingga dapat berfungsi dengan semestinya.
c. Perkembangan berdiferensiasi
Perkembangan berlangsung dari umum ke khusus (spesifik). Contoh yang paling dekat adalah ketika bayi akan mengucapkan kata “mama” akan dimulai dengan huruf “M – A” atau ketika anak akan belajar berjalan diawali dengan menendang-nendangkan kaki secara sembarang sebelum akhinya dapat mengkoordinasikan hingga berjalan.
d. Perkembangan berlangsung dari konkrit ke abstrak
Perkembangan berproses dari suatu kemampuan berpikir yang konkrit (objeknya tampak) menuju ke abstrak (objeknya tidak tampak). Seperti anak kecil ketika berhitung membutuhkan bantuan jari tangan (konkrit) ketika beranjak remaja sudah tidak lagi memerlukan bantuan tersebut.
e. Perkembangan berlangsung dari egosentrisme ke perspektivisme
Mulanya seorang anak hanya melihat/memperhatikan dirinya sebagai pusat, dia melihat bahwa lingkungan harus memenuhi kebutuhan dirinya.
f. Perkembangan berlangsung dari “outer control to inner control”
Awalnya anak sangat bergantung pada orang lain (orangtua), baik menyangjut pemenuhan kebutuhan fisik maupun psikis sehingga dalam menjalani hidupnya masih didominasi oleh pengontrolan/pengawasan dari luar (out control).
Seiring bertambahnya pengalaman/belajar dari pergaulan sosial tentang norma/nilai-nilai, baik dilingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, atau masyarakat, anak dapat mengembangkan kemampuan untuk mengontrol dirinya (inner control).
Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan
Perkembangan fisik dan mental mencapai kematangan terjadi pada waktu dan tempo yang berbeda (ada yang cepat dan ada yang lambat).
Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas
-Sampai usia 2 thn, anak memusatkan perhatian untuk mengenal lingkungannya, menguasai gerak-gerik fisik dan belajar berbicara
-Usia 3-6 thn, perkembangan dipusatkan untuk menjadi manusia social.
Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan
Fase-fase perkembangan: bayi, kanak-kanak, anak, remaja, dewasa, dan masa tua.
Daftar Pustaka
Yusuf, Syamsu.2012.Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung:PT Remaja Rosdakarya



kereeen,bagus infonya
BalasHapusBagus makasih ya sist infonya ^_^
BalasHapusBagus say infonya makasih ya
BalasHapusBagus info nya tems :D
BalasHapusBagus nihh.harua d share :)
BalasHapuskereennn nih infonyaa
BalasHapusIzin reblog ya. Keren
BalasHapusTerima kasih infonya, sangat membantu^^
BalasHapusBagus tapiii
BalasHapusbaguuuuus dan keren
BalasHapus