Sangat disayangkan bahwa kebanyakan dari kita menghabiskan banyak waktu untuk menjadi wasit, bertindaak sebagai polisi, dan menerapkan disiplin kepada anak-anak kita untuk perkara-perkara yang kurang penting tetapi yang sangat menjengkelkan.
Masalah tingkahlaku anak dapat terjadi dalam beberapa cara. Beberapa masalah tingkah laku anak langsung disebabkan oleh perbuatan keluarga. Kita menghabiskan banyak waktu untuk mengancam, mengoreksi atau menegakkan ketertiban. Sebaliknya, tanpa disadari kita telah mengajarkan kepada anak kita untuk berbohong, misalnya, dengan selalu menghukum anak kita ketika dia mmberikan informasi dengan jujur tentang kesalahanyang diabuat. seharusnya kita mengajarkan kepada anak kita untuk menjadi jujur dengan memuji semua pengekuan atas kesalahannya. tidak menghukum dengan kejam pada waktu anak kita melanggar aturan atau anak tidak mengakui kesalahan atas tingkah lakunya yang menyimpang.
masalah tingkah laku anak juga bisa berasal dari kejadian-kejadian di luar kontrol keluarga mereka, dan penyebabnya adalah masalah tingkah laku yang dipengaruhi oleh prosedur pengasuhan keluarga.Semenjak lahir, tempramen bayi berbeda-beda. Beberapa bayi ada yang cerewet/rewel dan lebih mudah marah daripada bayi-bayi yang lain. seorang Ibu engajarkan bayinya yang rewel untuk menjadi anak yang tempramental dengan mengangkatnya dan membuat dia nyaman setiap kali dia menangis. Sebaliknya, Ibu yang lain mengajarkan bayinya untuk menjadi bahagia dan ramah dengan mengangkatnya dan bermain dengannya setiap kali dia tersenyum dan berdeguk.
Beberapa masalah tingkah laku anak disebabkan oleh kejadian-kejadian di luar kontorl keluarga, dan perkembangan awal dari masalah sangat sedikit dipengaruhi oleh keluarga. Dalam kasus-kasus ini, pemecahan dari masalah memerlukan keterlibatan keluarga. anak laki-laki pada masa sekolah kadang-kadang mengembangkan masalah yang disebut encopresis, di mana mereka menahan ketika hendak buang air besar dan akibatnya menjadi sulit buang air besar atau sembelit, atau justru buang air besar di celana sehingga menjadi kotor. kecenderungan untuk mengembangkan kelainan fungsi tubuh ini mungkin genetik, dan ini biasanya diperburuk ketika guru mencegah anak laki-laki untuk pergi ke kamar mandi atau ketika anak laki-laki kecil diganggu oleh anak laki-laki yang lebih besar selama menggunakan kamar mandi. Tak satu pun dari penyebab kelainan ini dapat dilimpahkan kepada orangtua. Meskipun demikian, suatu pemecahan masalah yang baik memerlukan usaha keras dari orangtua, termasuk pembelaan untuk anak di sekolah.


cukup bagus, tapi tolong lebih dibanyakin lagi tentang penjelasannya.
BalasHapuswah jadi masalah tingkah laku anak dapat berasal dari lingkungannya ya? terimakasih infonya snagat bermanfaat..
BalasHapus